BERSAMA SSC, ANGGOTA DPRD JATIM H. DENI PRASETYA GELAR WAWASAN KEBANGSAAN
JEMBER, SSCMEDIA – Anggota DPRD Propinsi Jawa Timur, Deni Prasetya, SE Kembali menggelar kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan bersama Saduluran Salawase Center (SSC) dengan mengangkat tema “ Tantangan dan Harapan Organisasi Pada Generasi Milenial Dalam Mewujudkan Negara Yang Berdaulat” bertempat di Aula Hotel Bandung Permai, Minggu, 12 Juni 2022.
Hadir dalam kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan sebagai narasumber Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, Dedy Dwi Setiawamserta, Wakil Sekertaris SSC Pusat Kholisatul Hasanah sebagai Narasumber II serta Pengurus Pusat SSC dan Pengurus SSC Kabupaten, diikuti Ketua SSC Kecamatan dan Ketua SSC Desa yang tersebar di jember dan lumajang.

Deni Prasetya Politisi asal jember ini menyampaikan, kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan bertujuan untuk mengoptimalkan pengembangan dan pelaksanaan nilai kebangsaan guna penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara berlandaskan nilai Pancasila,Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945,Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Salah satumnya melalui sosialisasi lembaga, organisasi, comonitas dan lainnya.
“Pemerintah tidak henti-hentinya untuk selalu mengingatkan dengan wawasan kebangsaan agar kita semua cinta NKRI dan selalu menjaga tumpah darah kita. Salah satunya melalui Lembaga, organisasi, comonitas dan lainnya, “ Ungkap Deny saat memberikan sambutan sosialisasi wawasan kebangsaan.
Sehingga seiring dengan laju modernisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks dan memberikan kemudahan bagi kehidupan manusi, berbagai pengaruh positif dan negatif juga terdapat di dalamnya. Untuk menangkal terjadinya degradasi moral anak bangsa ini, diperlukan adanya pemahaman milenial sebagai generasi muda tentang wawasan kebangsaan.
“Oleh karena itu perlu adanya pemberian pemahaman wawasan kebangsaan pada milenial sebagai generasi muda. Dengan semakin kuat dan kokohnya pemahaman tentang wawasan kebangsaan diyakini dapat menjadi benteng kokoh dari pengaruh pengaruh negatif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi dan informasi tersebut “.lanjut Deni.

Sementara Wakil Ketua DPRD Jember, Dedy Dwi Setiawan selaku narasumber mejelaskan bahwa wawasan kebangsaan mengandung komitmen dan semangat persatuan untuk menjamin keberadaan dan peningkatan kualitas kehidupan bangsa dan menghendaki pengetahuan yang memadai tentang tantangan masa kini dan masa mendatang serta berbagai potensi bangsa.
“ Generasi muda harus mampu menjadi pelopor dalam mengimplementasikan wawasan kebangsaan dalan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Salah satunya melalui organisasi yang memiliki komitmen yang tertuang dalam visi dan misinya “ kata Dedy.
Memang bukan hal mudah untuk mewujudkan tekad dalam memahami wawasan kebangsaan. Namun dalam kurun waktu dekat dengan adanya intraksi dan komunikasi yang terdapat dalam sebuah organisasi, secara pelan wawasan kebangsaan Indonesia mutlak akan mampu dihayati dan diwujudkan oleh seluruh elemen dalam berbangsa dan bernegara.

Narasumber kedua Kholisatul Hasanah juga menjelaskan, tak kala penting dalam menjawab tantangan bagi para milenial sebagai penerus generasi bangsa lebih-lebih yang berada dalam sebuah organisasi untuk selalu menata dan ingat niat awal dalam berorganisasi lebih-lebih organisasi sosial kemsyarakatan. Banyak tantangan dan lika-liku dalam menjalaninya, lebih-lebih era saat ini. Fenomena yang terjadi harus dijadikan motivasi dan dorongan untuk tetap bergerak. jangan sampai malah dijadikan bumerang dan hambatan dalam berproses, agar harapan yang dicita-citakan bersama mampu dicapai. Jika para mileniual hari mampu mensinergikan kompenan yang ada didalam organisasi, ikhtiyar dalam menjawab tantangan dalam berbangsa dan bernegara sesuai UUD 1945 dan nilai-nilai kebangsaan mampu membawa kesejahteraan.
“Fenomena yang terjadi harus dijadikan motivasi dan dorongan untuk tetap bergerak. jangan sampai malah dijadikan bumerang dan hambatan dalam berproses, agar harapan yang dicita-citakan bersama mampu dicapai” Unkap Kholisatul.
Disilain, Sekertaris Umum SSC Pusat M. Husain Menyampaikan, adanya wawasan kebangsaan yang dilakukan pemerintah, salah satunya melalui organisasi ataupun comonitas bisa maksimal. Tentunya organisasi memiliki landasan hukum yang kemudian menjadi patokan dalam menjalankan roda organisasi.
“Organisasi memiliki acuan yang kemudian menjadi dasar dalam menjalankan roda organisasi. Contoh kecil Organisasi Saduluran Salawase Center yang bergerak disosial dan keagamaan. Legalitas hukum (Akte Notaris dan Kemenkumham) SSC sudah terdaftar. Secara logika kalau sudah diakui oleh Negara, berarti secara undang-undang dan hukum lainnya sudah sesuai,” jelasnya.
“ Maka tidak perlu diragukan lagi rasa memiliki dan kecintaan terhadap tanah air, yang kemudian perlu sentuhan dan penguatan salah satunya melalui wawasan kebangsaan, “ tutup Husain.
Penulis : Nafri
Editor : M. Husain
Publiser : Admind SSC
