EDUKASI MASYARAKAT, TPA DISULAP MENJADI LAHAN PRODUKTIF

JEMBER, SSCMEDIA – Ditengah-tengah masa pandemi covid 19, memaksa masyarakat berfikir kreatif dalam memanfaatkan pekarangan untuk menunjang pertumbuhan perekonomian. Salah satunya krektifitas mansyarakat dalam pemanfaatan tempat pembuangan sampah akhir (TPA).

Hal tersebut,  telah dilakukan beberapa kelompok masyarakat yang memanfaatkan TPA menjadi kebun produktif yang berlokasi di dusun krajan Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember.

Menurut Pak Dolok, Ketua kelompok masyarakat, kebun 2500 meter persegi tersebut dulunya merupakan tempat pembuangan sampah masyarakat sekitar, sudah sekitar 15 tahun tidak dimanfaatkan. Namun hari ini, setelah dilakukan edukasi oleh sahabat-sahabat SSC, lahan ini secara bertahab kemudian disulap menjadi kebun pisang produktif. “Tanah yang dikelola kelompok masyarakat ini, merupakan tempat pembuangan sampah lebih 15 tahun. Kemudian dengan adanya edukasi sahabat-sahabat SSC, menggerakkan kami kelompok masyarakat untuk membersihkan TPA ini dan kemudian secara bertahab menjadikan kebun pisang produktif cavendish”.

Terkait awal adanya kegiatan edukasi pemanfaatan lahang kosong dan tidak dipakai oleh sahabat-sahabat SSC di desa mumbulsari ini, sekitar Lima bulan yang lalu. Ada sahabat-sahabat SSC kecamatan Mumbulsari menyampaikan adanya TPA yang tidak dimanfaatkan lebih dari 15 tahun dan hanya jadi tumpukan sampah, Ungkap Deny Prasetya selaku penasehat SSC.

Lanjut Deny, Hal tersebut memberikan sinyal kepada SSC untuk memberikan edukasi agar dimanfaatkan serta ditanami pisang cavendist.  Tujuan kami semata-mata untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tahap ketahap sudah dilakukan, hari ini pohon pisang cavendis budidaya kelompok masyarakat sudah berumur sekitar 4 bulan, tinggal perawatan agar panen nantinya bisa mendapatkan buah yang maksimal.

Lebih lanjut, Deny menuturkan, Kreatifitas pemanfaatan TPA yang dilakukan oleh kelompok masyarakat desa mumbulsari ini, seharusnya menjadi motivasi masyarakat yang lain, bisa memanfakan lahan dibelakang rumah, pekarangan kosong dan tempat yang di anggap bisa untuk tanam pisang.

“Jika kelompok masyarakat ingin bermitra dalam penanaman pisang cavendish, kami terbuka. Sudah ada beberapa petani pisang bermitra, salah satunya Ibu Luluk yang memiliki pohong pisang di desa sumberejo kecamatan ambulu.  Kedepannya, selain melakukan edukasi kepada masyarakat, SSC akan mendampingi secara langsung mulai penanaman pisang, perawatan pohon, penyemprotan pohon pisang, cara manen sampai tahap packing kepada para mitra, pungkasnya”.  

Penulis : Nafri

Editor : Hsn

Publiser : Admind SSC

Share this :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *