SSC CUP, GERAKKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT
Pembina Saduluran Salawase Center, Deny Prasetya, hadiri langsung lomba burung kicau SSC CUP I di Gantangan SBR Comonity Sumber Baru Jember, Ahad (8/22). Dia mengatakan, penyelenggaraan oleh Saduluran Salawase Center itu tidak hanya menjadi wadah bagi para penggemar burung kicau.
“Saya senang sekali komunitas (burung kicau) ini tumbuh berkembang dan kita di jember ingin memfasilitasi lebih banyak lagi. Kita ingin bukan hanya hobinya berkembang, tapi perekonomiannya bergerak,” ucap Deny usai penyerahan piagam SSC CUP.
Dia menambahkan, kompetisi lomba burung itu bisa menggerakkan ekonomi mikro, UMKM, penginapan dan lain sebagainya khususnya di Jember. Sebab, banyak peserta yang berasal dari daerah datang yang pastinya akan bertransaksi ekonomi untuk melengkapi kebutuhan, baik peserta maupun burung kicau peliharaan yang akan dipertandingkan.
“Di balik kompetisi ini ada pergerakan ekonomi yang amat besar, baik dari Jember sendiri maupun dari daerah-daerah lain yang datang ke lokasi lomba. Sehingga, penginapan, warung-warung, UMKM di sekitar sini penuh dengan peserta yang berkompetisi. Apalagi sarananya, mulai tangkringan, kandang, kain penutup (diperjualbelikan) menggerakkan perekonomian,” lanjutnya
Melihat animo yang cukup besar atas kegiatan ini, Deny bahkan berencana untuk pelebaran penyelenggaraan kompetisi yang lebih banyak dan besar lagi, sehingga akan semakin menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya ekonomi mikro di Jember dan Lumajang. Karena itu, perlombaan ini dinilainya menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat apalagi pasca Covid_19 yang melanda.
“Dan ini baru penyelenggaraan yang pertama SSC CUP. Nantinya, akan bertahap kita selenggarakan kompetisi burung lebih banyak lagi, sehingga harapannya bukan hanya memajukan ekonomi tapi juga menjadi wadah bagi yang memiliki minat untuk bertanding dan belajar,” paparnya.
Deny menambahkan, kompetisi seperti ini akan mengembangkan jejaring pecinta burung kicau. Para peserta dapat berbagi pengalaman melalui interaksi di dalamnya.
“Karena, kompetisi bukan semata-mata menang atau kalah, tapi melatih burung, membangun jejaring, saling belajar, cerita pengalaman. Ini adalah tempat memperkuat interaksi yang berdampak pada ekonomi masyarakat akar rumput,” tandasnya.
Penulias : Nafri_27
Editor : M. Husain
Publiser : SSC Media
